Tentang Natal (2017)

Natal tahun ini mungkin beneran jadi Natal yang paling terasa anugerah kasih-Nya seumur hidup. Tentu tak lain karena harus benar-benar mengaplikasikan kasih itu, untuk berdamai dengan diri sendiri dan sesama karena suatu kondisi yang awalnya maniez tapi selanjutnya berganti rasa sebaliknya. Gw diharuskan untuk melepas dan menerima apa yang Tuhan telah tetapkan untuk umat-Nya.

Teguran sekaligus pemeliharaan Tuhan gw rasakan melalui liturgi, lagu hingga firman yang disampaikan pada ibadah malam Natal 24 Desember maupun ibadah pagi Natal 25 Desember, antara lain adalah:
1. Mazmur 147:3
Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; (ITB)
He heals the brokenhearted and binds up their wounds (NIV), wakakakaka
2. Refleksi pengakuan dosa dimana manusia memilih untuk melawan kehendak Allah. Manusia hanyut dalam pemikiran dan keinginannya sendiri, lemah dan tidak mampu membedakan mana yang baik dan jahat. Namun Tuhan yang datang ke dunia untuk tinggal bersama manusia memampukan manusia berdosa untuk menghindar dari segala dosa. Kesalahan manusia telah dihapus dan dosa telah diampuni.
3. Kelahiran Kristus sendiri bukanlah berasal dari keinginan manusia melainkan dari Roh Kudus yang seluruhnya inisiatif Allah. Terpujilah Allah karena karya-Nya yang kekal.
4. Lukas 2:14
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya (ITB)
Glory to God in the highest heaven, and on earth peace to those on whom his favor rests (ITB)
5. Lagu “Kepadamu: BN no 182 ayat 2:
Aku sering meninggalkan jalan kebenaranMu
Aku Kristen tapi malang, kejahatan kutempuh
Aku menyesal dan malu sujud di hadiratMu
Kasihilah hambaMu dan ampuni dosaku

Kalau bisa dibikin drama, ini udah kek drama anak yang hilang, hahahah, udah bener banget deh Natal tahun ini merasakan kasih anugerah Tuhan yang tetap menjaga, memelihara, mengampuni dosa, menyadarkan dan tetap setia dalam kondisi manusia yang tidak setia.

Tapi pulang gereja malah nonton Star Wars VIII: The Last Jedi di Depok. And like Master Yoda said: the greatest teacher failure is! Akhir tahun 2017 sungguh membawa pelajaran sangat berharga untuk memasuki tahun 2018. Pelajarannya adalah agar belajar untuk ikhlas dan tulus. Dalam bahasa inggris, kedua kata itu diterjemahkan menjadi satu kata: Sincere, yang berasal dari bahasa Latin: sincerus whole, pure, genuine, probably from sem- one + -cerus (akin to Latin crescere to grow, Merriam Webster). Mulai sekarang sampai seterusnya, gw harus terus mengupayakan untuk jujur, tulus, sepenuh hati kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri.

Sehingga yang terutama adalah: Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu…Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:37,39).

Semangat menaklukkan dunia Des!

25 Desember 2017

DSCF9663
mejeng di floating market
DSCF9667
mencoba akrab dengan si mbul-mbul *nama domba ndut
DSCF9691
menunggu yg gak jadi ditunggu
DSCF9746
yihaaaaa…
DSCF9762
selamat nataaaal
DSCF9768
sipping from bb8 head, I hope my head can chill out as his head
Advertisements

Japan Trip – Day 8 – extended – 30, Oct, 2016

Nyampe Taoyuan Airport sekitar pukul 05.30! Hal pertama yang kami lakukan adalah nukerin duit, karena tentu di sini harus makan dong! Mereka ternyata terimanya uang rupiah dan bukan yen, TOP! Nuker Rp100 ribu ajah buat beli minum karena udah aus amat berhubung di Vanilla gak dapet air.

Bandaranya super rumae, dan yang bikin rame ternyata banyak amat kakak-kakak TKI dan TKW, kewl! Bahkan pas nanya-nanya ke counter pesawat kami sempat didatengin bandar TKW (kayaknya) ditanyain kok sendirian ngurus pesawatnya, tampang kami emang, huft! Pesawat kami baru berangkat 09.05. Tentu kali ini kami check in dulu sebelum ngapa-ngapain.

Ngapa-ngapain itu maksudnya gosok gigi, cuci muka, makan! Dan uang Rp100 ribu itu kalo dikonversi yah setidaknya dapet 208 taiwan dollar dan bisa untuk makan, minum ples beli pin 1 untuk membuktikan kami pernah ke Taiwan. Tapi tau mampir di Taiwan, mending sekalian beli hape yah (padahal ongkos pesawat masih ngutang).

Di pesawat China Airlines, tampak jelas banyak mas-mas dan kakak-kakak TKI-TKW yang berniat kembali ke berbagai daerah di tanah air tentu dengan kehebohannya masing-masing. Tapi yah terima ajah, berhubung ini pesawat yang lebih mahal dari si Vanilla (jatohnya sekitar 4 jutaan), jadi kami dapet makan. Dan entah kenapa gw milih fish rice, padahal kayaknya lebih enak bentukan chicken rise, karena si fish kurang garem gitu deh. Tapi nasi udah kemakan. gak bisa dituker lagi. Lagi pula gw ada bekal 3 onigiri yang dibeli di lawson, jadi lumayan juga untuk ganjel.

tiket yang angus dan tiket yang baru
tiket yang angus dan tiket yang baru
salah satu lorong Taoyuan Airport
salah satu lorong Taoyuan Airport

Gak sempet foto-foto suasana lagi karena udah sad ketinggalan pesawat dan mikirin bayar tiket tambahan *edisi klimaks dari drama perjalanan.

Penerbangan butuh waktu sekitar 4,5 jam, jadi kami nyampe sekitar 13.30 WIB, yipppi!! Setelah ngurus-ngurus bagasi dan sebagainya yang hampir sejam, gw, ayu dan ucan pun berpisah sambil berjanji akan cari rezeki banyak-banyak bulan ini demi melunasi tiket si vanilla dan china airways. Bisa jadi cara mendapat rezeki pertama adalah dengan ngejar gereja jam 6 sore ini! Hail yeah!

Japan Trip – Day 7 – 29, Oct, 2016

Sediiih deh karena hari ini bakal jadi hari terakhir kami di Jepang, hiks hiks. Meski rencananya mau ke Universal Studio of Japan, tapi apa daya karena badan udah renta dibawa jalan-jalan selama 6 hari dengan minim istirahat, akhirnya kami memutuskan ke Tempozan Ferris wheel. Kami ke sini dengan naik kereta (tapi lupa berapa harga karcisnya). Untuk masuk ke kincir juga harus bayar 800 yen. Kami memutuskan untuk naik tempat yang transparan meski harus nunggu agak lama karena satu wahana itu, tempat transparannya cuma ada 4. Tapi worth it karena bisa foto-foto sampe puas. Oh ya si kincir ini gak seperti wahana bianglala di dufan yang ada masa kenceng dan pelannya, karena 800 yen cuman untuk satu kali putaran yang pelan, jadi manfaatkan sebaik mungkin lah waktu di atas itu.

 briller osaka (1)
briller osaka (1)
briller osaka (2)
briller osaka (2)
what a sunny day!
what a sunny day!
pay attention to the orange part
pay attention to the orange part
view from the bottom
view from the bottom
foto karcis
foto karcis
pemandangan dari atas (1)
pemandangan dari atas (1)
pemandangan dari atas (2)
pemandangan dari atas (2)
hmmm ya ya ya
hmmm ya ya ya
jajanan yang rasanya kayak kue cubit
jajanan yang rasanya kayak kue cubit

Karena masih jam 1 sedangkan pesawat itu 4.40 dan kami udah web check in, maka dengan nekat kami pergi ke Osaka Castle yang jaraknya 4 stasiun dari Nambo, tempat terminal bus Damri-nya untuk nyampe ke bandara.

 Osaka Castle
Osaka Castle
Osaka Castle tampak depan
Osaka Castle tampak depan
banyak turis
banyak turis
mungkin keluarga raja
mungkin keluarga raja
dscf8874
the castle wall
bahkan ada yang kemah
bahkan ada yang kemah
besoknya (tanggal 30 Oktober 2016) ternyata mau ada Osaka Marathon, duh seru deh
besoknya (tanggal 30 Oktober 2016) ternyata mau ada Osaka Marathon, duh seru deh
pake baju Dashiki kembaran di Osaka Castle
pake baju Dashiki kembaran di Osaka Castle

Dan dari sinilah muncul drama yang akan gw inget seumur hidup! Yaitu ketinggalan pesawat. Ini emang karena kenekatan kami banget sih. Jadi pesawat 16.40 tapi pukul 15.10 kami baru naik bus Damrinya. Parah banget yah! Jadi nyampe Kansai International Airport ya baru 16.00. Pas ngantri mau masup dan nunjukin print web check in yang jelas-jelas ada nomor kursi alias udah jadi boarding pass eh DITOLAK! Dan pas nanya ke petugas bandaranya, si petugas juga refer ke petugas counter check in air asia, tapi ternyata di counter udah gak nemu lagi orang.

Petugas air asia-nya pun dipanggil tapi lama amat dan itu udah 16.30, kami udah pesimis ajah bisa naik itu pesawat dan bener ajah pas petugasnya dateng malah doi marah-marah dan bilang kalau print web check in itu bukan boarding pass meski udah ada nomor kursinya. Mamam!

angsung lemes karena gak dapat solusi dan solusi yang ada adalah harus beli tiket baru, sad! Udah bingung mau ngapain apalagi pas nanya ke informasi ternyata counter-counter maskapai pada tutup karena itu hari sabtu dan hotline cuma ada pas weekdays! Dan kami akhirnya nyoba-nyoba nyari penerbangan, tapi sedihnya itu penerbangan pada mahal-mahal amat, kalau gak mahal ya udah abis. Salah satu yang dicoba adalah Garuda Indonesia dan Malaysia Airlines baik direct flight ke Jakarta maupun mampir ke KL atau Singapura (sebenarnya nyari yang nyampe KL sebelum jam 8 pagi karena kan kami masih ada tiket KL-Jakarta pukul 08.25) tapi gaaaak ada dongg…

Sempat mau nekat untuk nanya humas Garuda dan minta korting tapi gak jadi berhubung tiket Garuda KIX-CGK ajah 13 juta! Ya keles bayar segitu untuk sekali penerbangan. McD pun akhirnya menjadi tempat berlabuh, sambil nyari-nyari flight, numpang wifi dan numpang nge-charge. Akhirnya dapetlah dari website skyscanner ada penerbangan yang paling terjangkau dan paling cepet (gak harus nyampe hari Senin) yaituu naik Vanilla Air dari Kansai ke Taipei dan lanjut pake China Airways ke Jakarta dengan harga total kayaknya sekitar Rp5,7 juta! Kyaaaaaa… yah tapi dari pada gak pulang yaah?

Tapi apa itu Vanilla Air? Orang-orang Indo yang ditanya hampir semua gak tau apa itu Vanilla Air, bahkan ada yang bilang Vanilla Air itu sejenis cocktail, ckckck. Dan Vanila Air itu ternyata low-cost airplane-nya All Nippon Airways. Persoalan masih muncul karena untuk bisa tiba di Taiwan harus ngurus visit visa dulu meski gratis karena kami punya visa Jepang, tapi kaan tetep repot karena harus ngisi-ngisi form dan print visa. Belom nyari tempat ngeprint di kansai dan mengoperasikan mesin printer yang semuanya dalam bahasa Jepang. Aseli ini perjalanan pulang terdrama yang gak akan terlupakan lah!

Balik lagi ke Vanilla Air, bagaimana rasanya di Vanilla? Yah berhubung ini low-cost, jadwal penerbangan dapetnya 03.15 dari Kansai, dan dari imigrasi awal sampai ke gate pesawat emang ternyata super panjang dan harus naik shutle train dulu, pantes gak akan kekejar kalo nyampe bandara pukul 16.00 dan penerbangan 16.40, zzzz. Si kursinya Vanilla aseli keras dan sempiiiitt! dan itu kan jam 3 pagi yang tentu ngantuk karena belom tidur tapiii susah amat buat tidur karena kalo buka meja untuk nunduk gak bisa dan cuman nyampe separoh badan doang karena si kursinya sempit dan kalo nyender ke jendela juga kepentok lagi-lagi karena alasan sama. Si pramugari juga tampangnya yah sekadarnya ajah dan tentu jangan harap dikasih makanan atau jualan apapun di pesawat, bisa nyampe Taipei ajah udah syukurlah!

KIX jam 2 pagi
KIX jam 2 pagi

 

Japan Trip – Day 6 – 28, Oct, 2016

Mungkin ini adalah hari dengan foto-foto yang paling menyenangkan karena foto-fotonya pake Kimonoooo yeaaay! Kami berangkap pagi (yah pagi maksunya sekitar pukul 9.00 waktu setempat juga) menuju Gion, kompleks bangunan tua yang ada di filmnya Spirited Away itu.

Nyewa kimono di Yume Kyoto, kirain 5.000 yen udah semua-muanya, ternyata eh ternyata, lebiiih, akhirnya milih paket untuk nyewa kimono 5.400 yen ditambah hair-do 1.620 yen dan foto satu frame 1.000 yen (dibagi 3). Tapi tentu hasilnya ciamik super lah!

sambil lewat ketemu kue yang implusif untuk dibeli
sambil lewat ketemu kue yang implusif untuk dibeli
foto dari orang Yume Kyoto
foto dari orang Yume Kyoto
tampak belakang
tampak belakang

Perhentian pertama adalah Yasaka Shrine tapi cuma sebentar foto-foto, lanjut ke Maruyama Koen Park yang ternyata lebih cakep didatengnin pas spring! Untung ada mbak-mbak caem yang jualan takoyaki yang super enaks!

di Yasaka Shrine
di Yasaka Shrine
pake kimono itu bikin laper
pake kimono itu bikin laper
di jalan ketemu rombongan biksu
di jalan ketemu rombongan biksu
di tengah jalan ujan, untung sedia payung
di tengah jalan ujan, untung sedia payung

Dan kami memasuki jalan yang terkenal ituh menuju Kiyomizu Dera Temple dan ternyata jalanannya super ruame juga. Tapi berhubung kami ada agenda harus lanjut ke Osaka untuk beli oleh-oleh, jadi gak keburu deh ke puncak temple-nya.

keramean jalanan
keramean jalanan
jualan makanan
jualan makanan
jual sabun lucu
jual sabun lucu
sabun lucu
sabun lucu
behind the scene
behind the scene
ya ampun jeng, dari manah ajah baru keliatan?
ya ampun jeng, dari manah ajah baru keliatan?
sama kakek yang baik amat mau motoin kitah
sama kakek yang baik amat mau motoin kitah
Kiyomizu Dera
Kiyomizu Dera
gak papa gak sampe puncak
gak papa gak sampe puncak
rame ceu
rame ceu
jangan lupa jajan
jangan lupa jajan
beli bakpau ijo isinya b**i
beli bakpau ijo isinya b**i
nunggu di halte juga pake kimono
nunggu di halte juga pake kimono

Dengan agak-agak drama (lagii!!) kami di stasiun karena harus milih jalur mana yang termurah untuk ke Osaka, kami akhirnya sampai ke Osaka! Dan lanjut untuk beli oleh-oleh di Dotonbori tempatnya semacam si Shinjuku/Shibuya gitulah, dengan gambar orang lari yang jadi ciri khasnya. Belanja oleh-olehnya di toko free tax yang harganya tentu gak murah-murah amat, hiks. Tentu kami juga gak melewatkan untuk makan Okonomiyaki sebagai makanan khas Osaka di sini. Walau kurangn kenyang karena gak pake nasi *teteup. Setelah ini balik deh ke penginapan si Brailler Osaka. Tempatnya asik, nyediain camilan dan sarapan.

Dotonbori
Dotonbori
Okonomiyaki pake mi
Okonomiyaki pake mi
sakenya Ayu tapi doi gak sanggup ngabisin jadi dikasih ke gw
sakenya Ayu tapi doi gak sanggup ngabisin jadi dikasih ke gw
keramean Dotonbori
keramean Dotonbori
ala si Dotonbori
ala si Dotonbori

Japan Trip – Day 5 – 27, Oct, 2016

Bangun-bangun sekitar jam 5 pagi di bus malam antarkota dari Tokyo ke Kyoto. Busnya lumayan enak lho karena kursinya satu-satu dan ada berbagai perangkat untuk bobok, plus ada toilet dan air minum. Dan voilaa nyampe di Kyoto Station sekitar jam 6-an. Kami pun nyari kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Awalnya kepikiran untuk numpang di rumah senior di Kyoto tapi akhirnya memutuskan untuk langsung ke penginapan ajah.

Kami beli one day pas bus seharga 500 yen dan gak lupa ambil peta! Dan aseli Kyoto itu kayaknya kota pelajar amat deh, banyak amat anak sekolahan.

yang jelas kami gak nginep di sini, tapi ini gedung pas di depan Kyoto station
yang jelas kami gak nginep di sini, tapi ini gedung pas di depan Kyoto station
bocah-bocah lucuk
bocah-bocah lucuk
anak-anak karya wisata ya jalan ajah
anak-anak karya wisata ya jalan ajah
genk setempat
genk setempat
peta dan one day pass
peta dan one day pass

Kami pun nyampe di Guesthouse Origami. Sama mbaknya dibolehin numpang mandi dan naro barang, dan dari sana kami bisa lanjut ke Arashiyama  salah satu tempat wisata yang ternyata ruame amat. Ke sana naik bus dong, yah kira-kira satu jam perjalanan dari penginapan.

guesthouse Origami
guesthouse Origami
tempat ngaso
tempat ngaso

Apa hal pertama yang dilakukan? Tentu makan es krim, tapi lebih enak es krim di Kawagoe sih. Hal selanjutnya adalah ngambil peta wisata daerah sekitar situ.

Arashiyama yang emang rame turis
Arashiyama yang emang rame turis
es krim dulu
es krim dulu

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah si bambo path  yang konon bagus di foto-foto, tapi eh tapi ternyata di sono lagi super duper rame, jadi foto-fotonya pun harus banget kerja kerazz.

foto pas rame
foto pas rame
foto pas sepi di bamboo  path yang agak lebih dalem
foto pas sepi di bamboo path yang agak lebih dalem
Nonomiya Shrine (masih di lingkungan Arashiyama)
Nonomiya Shrine (masih di lingkungan Arashiyama)

Selanjutnya kami masup ke Tenryu-ji Temple  yang masih di kompleks Arashiyama tapi harus bayar 500 yen untuk masuk. Ini temple kalo jadi rumah pasti enak bin asik banget karena punya kolam guede dan pemandangan gunung yang memanjakan mata. Gak bakal bosen untuk galau di teras sambil ngeliat pohon-pohon yang daunnya udah mulai memerah. Cumaaan ya emang banyak turis euy.

pemandangan di depan Tenryu-ji Temple
pemandangan di depan Tenryu-ji Temple
main building of Tenryu-ji Temple
main building of Tenryu-ji Temple
pose dulu
pose dulu
rame-reme-rame
rame-reme-rame
salah satu sudut Tenryu-ji Temple
salah satu sudut Tenryu-ji Temple
bangunan lain
bangunan lain
mainnya jauh-jauh amat neng
mainnya jauh-jauh amat neng

Dari Tenryu-ji, kami berencana untuk ke Golden Pavilion alias Kinkakuji Temple. Kami harus naik kereta dulu, untuk masuk perlu bayar 400 yen. Mungkin karena ini emang tempat wisata main stream, kami kembali ketemu super banyak turis, eyaaaa! Dan berhubung udah super laper, kami pun beli pizza khas Kyoto deket sana, tentu belinya 1 untuk 3 orang, hihihi.

kereta lucu ke Kinkakuji
kereta lucu ke Kinkakuji
tiket + the golden pavilion
tiket + the golden pavilion
the golden pavilion
the golden pavilion
jangan lupa pose di depan objek wisata
jangan lupa pose di depan objek wisata
banyak turis
banyak turis
anak sekolahan juga ramee
anak sekolahan juga ramee
kotak posnya sampe kuning
kotak posnya sampe kuning
kyoto pizza
kyoto pizza

Meski udah jam 5-an dan ternyata udah agak gelep, kami nekat mau ke Fushimi Inari Shrine yang tersohor dengan pilar-pilar orennya ituh. Tapiiii warna oren mencilak itu ternyata hanya terjadi saat siang hari, dan kalo udah gelep malah kuil dan tiangnya jadi berasa spooky bok! Well, tapi kan udah di sini, tetep harus poto-poto laah! Untung ketemu anak Indonesia dari Palembang yang juga berkunjung malem-malem, jadi bisa minta tolong foto deh, hihihi.

malah jadi spooky
malah jadi spooky
tapi gak mengurangi keinginan untuk foto-foto
tapi gak mengurangi keinginan untuk foto-foto
hiii
hiii
as spooky as I can
as spooky as I can
gelep orangnya
gelep orangnya
di depan shrine
di depan shrine
dscf8498
gerbang

Tadinya kami mau makan di Nishiki Market tapi berhubung udah kemaleman, jadi warung-warung makannya udah pada tutup deh, untung nemu di sonoan dikit tempat makan terjangkau, enak dan yang penting masih buka! Ayok dibakar! Dan berhubung makannya ajah udah malem, untung masih kekejar bus untuk balik ke penginapan. Sunguh perjalanan hari ini bikin kaki gempor!

setusuk 280 yen ajah
setusuk 280 yen ajah
tempat makan dari depan
tempat makan dari depan