Bagaimana membuat video satu menit dalam sehari?

Catt: judul tidak berhubungan sama sekali dengan isi tulisan

Saat mengetahui hasil undian dipasangkan dengan Imam ya rasanya senang karena selain dia memang sebelumnya sudah punya dasar mengoperasikan kamera dan mengedit video ples pernah satu kelompok waktu pelajaran video sebelumnya ya seharusnya doi memang bisa diandalkan.

Kenyataannya memang bisa!!Hahaha

Ide awal adalah membuat cerita mengenai keluarga manusia kardus (eh maksudnya pengumpul kardus) di dekat kosannya di jalan pintu air berapa gitu, tapi setelah doi survei dengan hasil yang kurang menggembirakan akhirnya subuh2 saya dapat sms ide cerita baru.

Idenya adalah tentang seorang tunanetra kenalan doi. Awalnya pengen ke tempat tunanetra itu yang ada di Jakarta Timur, tentu saya langsung menolak (secara halus) tapi setelah tawar menawar dan mendapat info bahwa sang objek lagi ada kegiatan di dinas sosial gunung sahari, saya meng-OK-kan idenya si Imam.

Masalah selanjutnya saya ada kegiatan (yang hingga saat ini masih saya rahasiakan kepada mitra saya itu karena bisa2 saya ditabok kalau beliau tahu) pada pukul 09.30-11.30 padahal sang objek berkegiatan pada pukul 09.00-12.00. Untungnya, kegiatan saya itu di bilangan Sarinah, jadi tinggal naik metromini dan sampe di gunung sahari.

Ternyata si objek itu udah kelar rapat sekitar pk.11.45 padahal kegiatan saya belum selesai. jadi setelah kegiatan saya bubar, saya segera mengambil langkah seribu mengejar metromini 15, berjalan cepat menyusuri jalan Gunung Sahari II dan sampai di gedung dinsos.

Di lantai 7 sudah menunggu Imam dan si mas Jaka, sang objek. Obrolan pun mengalir. Saya lebih banyak tanya tentang pribadi si mas Jaka itu sambil kasih isyarat ke Imam untuk ambil video ato foto si mas yang lagi asyik ngobrol. Untung si mas Jaka ndak ngeliat isyarat2 kami.

Selesai ngobrol tiba saatnya mengambil adegan si mas yang lagi turun pake lift (gagal karena saya yang pegang kamera ketinggalan dan gak keikut naik lift), si mas turun tangga (gagal juga karena saya tidak berada dalam posisi yang pas), si mas dan rekan2nya keluar gedung (lumayan berhasil), si mas jalan, nyebrang jalan, naik jembatan shelter busway dan naik busway (rentetan adegan terakhir si imam yang ambil).

Jadilah saya ngobrol2 sama si mas Jaka sembari Imam ambil gambar2 kitah. Untung si masnya seru buat ngobrol. Selesai si mas naik bus kami juga naik busway tapi dengan arah yang berbeda namun tak disangka kemacetan menghadang sehingga baru sampai LPJA pk.14.30. Tinggal punya waktu dua jam dari waktu yang dibolehkan.

Kami sudah susun rencana ngerjain apa-apa saja. Namun pekerjaan tanpa tantangan tentu tiadalah seru. Tantangan pertama adalah lamanya ngopi file dari memory card kamera ke laptop LPJA, akhirnya tuh laptop di-restart dulu dan berhasilah si Imam mulai menyusun gambar2 di program Pinnacle yang mantab itu.

Sembari si Imam nyusun gambar dan nanya2 saya dan saya merintah2 dia, saya juga bikin feature teks yang juga diminta agar dibuat oleh para instruktur (pak Djafar, pak Bambang, pak Adit, pak Teguh).

Susun punya susun, mulailah terangkai gambar, lagu latar, voice over dan teks pembuka serta penutup. Namun tantangan lain kembali muncul yang sangat tidak diinginkan siapa pun.

Laptop Compaq LPJA yang isinya BUANYAK BUANGET itu NGE-HANG!! Kerjaan belum di-save seluruhnya dan waktu sudah menunjukkan pukul 17.20. Komposisi perasaan saya 20 persen panik dan 80 persen kesal karena selain harus ngulang (sebagian) kerjaan (artinya makan waktu), saya juga tidak bisa segera pulang dan memaksa saya harus membatalkan janji sore itu.

Tapi kita tidak boleh cengeng! Jadilah mengganti medium kerja ke laptop Toshiba bergambar apel dengan terlebih dahulu menghapus macam2 lagu cintah di USB Imam agar dapat menampung file gambar dan kerjaan pinnacle.

Bedug buka puasa sudah bunyi. Si Imam ngebatalin dulu sambil saya berharap dalam hati biar dia gak lama2 ngebatalin tuh puasa dan Puji Tuhan harapan saya terkabul.

Si Imam kembali asyik dengan kerjaannya, saya juga asyik dengan kerjaan feature teks dan foto saya. Hebatnya para instruktur: pak Teguh, pak Adit, pak Imansyah dan pak Dadan tetap santai-santai kayak di pantai nungguin laptop kantor selesai kami pakai sambil nikmatin kolak dan kawan-kawannya.

Lebih kurang pk.19.45 kami merampungkan semua tugas yang diperintahkan. Ada video berdurasi 1 menit 14 detik, feature teks dan tiga foto beserta caption masing-masing. Kami pun menyimpan tugas itu di tempat yang sudah disediakan dan mengirim ke email yang sudah ditentukan. Giliran saya menikmati hidangan kolak pisang ditambah ubi dan singkong. Belum kenyang. Butuh lontong.

Berhaha-hihi dan berbenah cukup memakan waktu karena baru pada pk.20.10 kami semua meninggalkan LPJA (untuk hadir kembali pada pukul 09.00 keesokan harinya). Rombongan pembawa 4 laptop (pak Adit dan pak Iman) ke Wisma Antara, mungkin naik taksi. Sisanya pak Dadan, pak Teguh dan saya naik KRL. Oh ya, mitra saya, Imam jalan kaki bersama tiga orang terakhir sampai stasiun Juanda.

Tantangan selanjutnya pun muncul karena ternyata tidak ada Commuter Line menuju Bogor, hanya ada KRL Ekonomi biasa. Ya sudahlah, dari pada tambah malam kami langsung naik saja.

Lagu Sunda yang memuat syair “kemana-kemana” kesayangan Panji pun menyambut kami.

PS: saya sebenarnya ingin memotret keribetan saya dan Imam dalam bekerja, tapi 80 persen kekesalan saya saat laptop nge-hang, menghalangi niat baik tersebut. Maaf tidak bisa memberikan gambaran langsung.  

SEMANGAT DEMOKRASI MARTIN LUTHER KING JR

Martin Luther King Jr. adalah seorang tokoh perjuangan persamaan hak asasi warga kulit hitam Amerika Serikat pada dekade 1960-an. Pendeta kelahiran 15 Januari 1929 itu mulai terlibat dalam isu sosial saat menjadi salah satu pemimpin pemboikotan bis di Montgomery selama 381 pada 1957. Pemboikotan itu terjadi karena seorang perempuan Afro-Amerika Rosa Parks menolak memberikan kursinya di bis kepada seorang pria kulit putih.

Selanjutnya Luther  diangkat menjadi pemimpin “Southern Christian Leadership Conference”, satu gerakan perjuangan HAM dari kawasan Selatan AS. Ia menetapkan prinsip “tanpa kekerasan” sebagai dasar pergerakannya.

Prinsip tanpa kekerasan itu penting sebagai landasan perjuangan komunitas kulit hitam yang kerap berkonfrontasi dengan komunitas ekstrimis kulit putih yang sering menggunakan kekerasan.

Martin Luther King Jr. (sumber: fotopedia)

Luther dikenal sebagai orator yang ulung, misalnya saat menyampaikan pidato yang tetap diingat hingga saat ini yang berjudul “I Have a Dream” di hadapan lebih dari 250.000 orang, seperlimanya warga kulit putih. Pidato itu diucapkan di lapangan “Lincoln Memorial” di Washington pada 28 Agustus 1963 dalam demonstrasi yang menuntut hak atas “pekerjaan dan kebebasan”.

Pidato itu berisi impian Luther bahwa seluruh lapisan masyarakat dari berbagai ras, warna kulit dan latar belakang di AS dapat sama-sama menikmati kebebasan dan demokrasi.

I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: “We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.”

Untuk perjuangannya tersebut, ia diberikan hadiah Nobel Perdamaian pada 1964.

Akhirnya, Presiden AS Lyndon B. Johnson mengesahkan Undang-undang Hak Asasi Manusia pada 1964 dan UU Hak Suara pada 1965. UU HAM tersebut meniadakan sebagian besar segregasi ras antarwarga sedangkan UU Hak Suara meniadakan diskriminasi dalam pemberian hak suara, membuat jutaan warga kulit hitam AS sebelah selatan dapat memberikan suara untuk pertama kalinya.

Namun Luther masih melihat bahwa UU HAM tanpa HAM termasuk hak ekonomi hanya omong kosong belaka. Ia melihat bahwa mayoritas warga AS, baik kulit putih maupun hitam, masih hidup di bawah garis kemiskinan dan menciptakan kelas yang kaya dan miskin dan mendesak adanya perubahan radikal terhadap struktur masyarakat dalam distribusi kemakmuran dan kekuasaan.

Perjuangan tersebut dilakukannya dengan menulis buku, memimpin berbagai demo dan menyampaikan pidato serta khotbah dari kota ke kota hingga ia tewas tertembak pada 4 April 1968. Tapi semangat dan hasil perjuangannya terhadap demokrasi masih dirasakan oleh masyarakat AS dan bahkan dunia.

Sumber:

MARTIN LUTHER KING JR

MARTIN LUTHER KING JR

Dr. Martin Luther King, Jr. 1929-1968

Belajar Caption Foto

Ini dia dua foto:

1. Aktivitas sejumlah orang

JAKARTA, 3/8 - SHINEE. Personil boy band asal Korea Shinee, (dari kiri ke kanan) Lee Taemin, Onew, Kim Jonghyun, Choi Minho, dan Key hadir dalam jumpa pers pada 12 Oktober 2010 di Jakarta. Mereka diundang Kedutaan Besar Korea Selatan sebagai pengisi acara Pekan Indonesia-Korea yang diselenggarakan pada 10-16 Oktober dan tampil di Istora Senayan pada Rabu malam(13/10). FOTO ANTARA/Desca/12/10/2010

2. Foto Peristiwa yang sedang terjadi di sekitar kita

JAKARTA, 3/8 -BERLATIH BASKET. Sejumlah anak bermain basket di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Kamis (7/7). Di tempat tersebut selain lapangan basket juga tersedia lapangan sepak bola, serta ruang terbuka yang kerap digunakan sebagai tempat pameran flora dan fauna. FOTO ANTARA/Desca/7/7/2011