Honest

Yah after being a splendid person with yes-or-no feeling regarding the same thing for days and weeks, I finally made a decision. Well, the decision will not satisfied all parties, mostly for me, but following my own desire won’t put me to the next level either.

So although I even can’t understand and differentiate my own feeling and consideration, I choose to get rid all things that hampered me from the Almighty. Because after I deside it, I thought all the good things will follow –at least the good stuff according to my believe and for the sake everybody around me.

I can’t imagine what will happen in the future. I will close my eyes and trust my decision will open the other path I have chosen for. Well people can’t guess to whom they will meet with, but if the day come, I hope I open my eyes and ready for the new challenge and won’t go back. Forever.

As the chainsmoker said: there’s no end of hypocracy of human heart

Honest
It’s five A.M. and I’m on the radio
I’m supposed to call you, but I don’t know what to say at all
And there’s this girl, she wants me to take her home
She don’t really love me though, I’m just on the radio

And I’m not gonna tell you that I’m over it
‘Cause I think about it every night I’m not sober, and
I know I keep these feelings to myself
Like I don’t need nobody else
But you’re not the only one on my mind

If I’m being honest
If I’m being honest
You said I should be honest
So I’m being honest

It’s six A.M., I’m so far away from you
I don’t wanna let you down, what am I supposed to do?
It’s been three weeks at least, now, since I’ve been gone

And I don’t even like the road, I’m just on the radio
And I’m not gonna tell you that I’m over it
‘Cause I think about it every night I’m not sober, and
I know I keep these feelings to myself
Like I don’t need nobody else
But you’re not the only one on my mind

If I’m being honest
If I’m being honest
You said I should be honest
So I’m being honest

And I’m not gonna tell you that I’m over it
‘Cause I think about it every night I’m not sober, and
I know I keep these feelings to myself
Like I don’t need nobody else
But you’re not the only one on my mind

If I’m being honest
If I’m being honest
You said I should be honest
So I’m being honest

If I’m being honest

14 February 2018

Happy valentine’s day, happy birthday.

IMG_20180215_062031

Advertisements

Tentang Natal (2017)

Natal tahun ini mungkin beneran jadi Natal yang paling terasa anugerah kasih-Nya seumur hidup. Tentu tak lain karena harus benar-benar mengaplikasikan kasih itu, untuk berdamai dengan diri sendiri dan sesama karena suatu kondisi yang awalnya maniez tapi selanjutnya berganti rasa sebaliknya. Gw diharuskan untuk melepas dan menerima apa yang Tuhan telah tetapkan untuk umat-Nya.

Teguran sekaligus pemeliharaan Tuhan gw rasakan melalui liturgi, lagu hingga firman yang disampaikan pada ibadah malam Natal 24 Desember maupun ibadah pagi Natal 25 Desember, antara lain adalah:
1. Mazmur 147:3
Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; (ITB)
He heals the brokenhearted and binds up their wounds (NIV), wakakakaka
2. Refleksi pengakuan dosa dimana manusia memilih untuk melawan kehendak Allah. Manusia hanyut dalam pemikiran dan keinginannya sendiri, lemah dan tidak mampu membedakan mana yang baik dan jahat. Namun Tuhan yang datang ke dunia untuk tinggal bersama manusia memampukan manusia berdosa untuk menghindar dari segala dosa. Kesalahan manusia telah dihapus dan dosa telah diampuni.
3. Kelahiran Kristus sendiri bukanlah berasal dari keinginan manusia melainkan dari Roh Kudus yang seluruhnya inisiatif Allah. Terpujilah Allah karena karya-Nya yang kekal.
4. Lukas 2:14
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya (ITB)
Glory to God in the highest heaven, and on earth peace to those on whom his favor rests (ITB)
5. Lagu “Kepadamu: BN no 182 ayat 2:
Aku sering meninggalkan jalan kebenaranMu
Aku Kristen tapi malang, kejahatan kutempuh
Aku menyesal dan malu sujud di hadiratMu
Kasihilah hambaMu dan ampuni dosaku

Kalau bisa dibikin drama, ini udah kek drama anak yang hilang, hahahah, udah bener banget deh Natal tahun ini merasakan kasih anugerah Tuhan yang tetap menjaga, memelihara, mengampuni dosa, menyadarkan dan tetap setia dalam kondisi manusia yang tidak setia.

Tapi pulang gereja malah nonton Star Wars VIII: The Last Jedi di Depok. And like Master Yoda said: the greatest teacher failure is! Akhir tahun 2017 sungguh membawa pelajaran sangat berharga untuk memasuki tahun 2018. Pelajarannya adalah agar belajar untuk ikhlas dan tulus. Dalam bahasa inggris, kedua kata itu diterjemahkan menjadi satu kata: Sincere, yang berasal dari bahasa Latin: sincerus whole, pure, genuine, probably from sem- one + -cerus (akin to Latin crescere to grow, Merriam Webster). Mulai sekarang sampai seterusnya, gw harus terus mengupayakan untuk jujur, tulus, sepenuh hati kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri.

Sehingga yang terutama adalah: Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu…Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:37,39).

Semangat menaklukkan dunia Des!

25 Desember 2017

DSCF9663
mejeng di floating market
DSCF9667
mencoba akrab dengan si mbul-mbul *nama domba ndut
DSCF9691
menunggu yg gak jadi ditunggu
DSCF9746
yihaaaaa…
DSCF9762
selamat nataaaal
DSCF9768
sipping from bb8 head, I hope my head can chill out as his head

Tentang Egois

Gw lupa pernah baca atau nonton di mana, yang jelas kalimatnya dalam bahasa Inggris dan ngomong seperti ini: sekali seumur hidup, lo harus melakukan sesuatu yang lo gak pernah rencanakan dan bayangkan sebelumnya. Bahasa kerennya,

once in a lifetime you have to do an irregularity, unlock your oddity, give room for your intuition to survive in the saga.

Jadi di sinilah gw, di kota yang udah beberapa kali gw kunjungi baik untuk kerja maupun kegiatan lainnya tapi tetap aja gak familiar dengan kota ini. Alasan kedatangan gw hanya karena satu hal. Satu hal yang gw pun gak pernah pikirkan, bayangkan, rencanakan sebelumnya, bukan gw banget lah, hahaha.

Kayaknya bener apa yang disebutkan oleh satu buku yang baru-baru ini gw baca juga. Kata buku itu, sebagian penalaran manusia akan lumpuh saat mengalami satu hal. Dan hal itu sepertinya lagi terjadi ke gw, udah keluar uang, buang waktu tapi hasil dari aktivitas itu belum jelas. Bisa ada hasilnya, bisa juga enggak.

Asli biasanya gw selalu mematok target untuk setiap hal yang gw lakukan, kalau gak target yang riil bisa juga target normatif. Ini sama sekali gak ada target, luntang-lantung dalam arti sebenarnya, selalu bergumam kalau orangnya mau ya syukur kalau gak mau yah ini kan pilihan gw juga, jangan pernah menyesali pilihan yang udah gw buat dan jangan menyalahkan orang lain. Sebegitu gak perhtungannya gw untuk hal ini padahal sama keluarga ajah gw perhitungan. Walau pun gw gak pernah secara lantang mengakui apa yang gw alami ke orang lain, karena gw pun gak yakin mengenai hal itu ke diri gw, tapi sepertinya ini yang sedang terjadi sekarang.

Gw jadi egois untuk satu orang tertentu, aseli ini gak pernah terjadi sebelumnya, hahaha.

Tapi H-6 gw bertambah usia, mungkin di saat inilah gw bisa berpikir dengan jujur dan sungguh-sungguh mempertimbangkan semuanya. Pertama kehendak Tuhan dan selanjutnya tetap kehendak Tuhan. Gw masih cukup logis untuk menyatakan kehendak Tuhan sebagai yang utama, tapi kenapa untuk hal ini gw masih sangat tidak bisa mencerna apa kehendak-Nya.

Tapi setidaknya satu hal yang gw yakini dan sukai: pekerjaan ini memberikan waktu super fleksibel untuk gw melakukan apa yang gw mau (dan gw butuh juga). Sangat tidak terikat sekaligus membuat gw harus bertanggung jawab penuh untuk segala hal yang gw kerjakan, gak bisa paroh-parohan tanggung jawab. Dan gw bersyukur sekaligus ingin tetap seperti itu, walau untuk selanjutnya harus terus memperbaiki diri.

Kembali kepada hal yang sedang gw alami saat ini, gw pun tidak menyesalinya. Sekali lagi ini adalah pelajaran yang berharga. Pelajaran apa? Untuk pasrah, untuk tetap memegang prinsip yang gw yakini, untuk tetap hanya berharap kepada Tuhan dan bukan kepada manusia. Bukan berarti gw kecewa dengan manusia, tapi memang percaya bahwa semuanya terjadi atas sepengetahuan-Nya dan sesuai dengan waktu-Nya. Klise? Tapi itulah yang memang terjadi, sedang dan akan terus terjadi.

Jadi apa yang akan gw lakukan selanjutnya? Tetap bergantung kepada Tuhan Sang Pencipta, tidak membandingkan perjalanan hidup gw dengan orang lain, rajin berdoa dan bekerja, hidup sehat.

Yah itulah egois versi gw

20171205_09033020171204_185115

Bdg, 5 Desember 2017

Math

I always become a big fan of math. I memorized the one to ten multiplications since my second grade of elementary school, I learn how the divisible process in the same grade and no mention how I sense the plus-and-minus theory in my very young age.

I amaze how the pattern in math can produce the flow of logical thinking that absolutely logic. I can’t put the result of the arithmetic, algebra, geometry, calculus, trigonometry in approximately number. The math logic working in linear pattern. If I try to investigate the problem by using multiple ways, the result is the same and firm.

Maybe that’s why I’m a big fan of math, due to its solid and constant character.

But, math never pay back my affection. I never become the best in my math class. I even have to put all my effort to accomplish the standard in my math problem. I have to take an additional course in math so that I can absorb the whole math logic –even when I did so, there’s no guarantee I can pass the math test satisfyingly. There was a time (or in fact many times) I try to seduce the math to follow my wish so that we can be closer and understand each other, but the math rejects it, by a subtle way. When I think I can influence math to fulfill my desire, the math pop out the new formula to tackle my first plan, and repeat. This condition put me to choose other subjects as my favorite. I can’t help myself if I lose too much in math and still hope for it. Well I guess it’s one-sided love.

But it did not lessen my amazement to math logical thinking. No one can measure or assess something in their lives by excluding math formula. Whereas the measurement is really important as the benchmark of everything you are hope and accomplish. I hope I can have a better relation with math in my next life. Math is too enchanting to be skipped in my life, but for now, I need to sweep it under the rug and forget it existence for a while.

23 November 2017

 

Tentang manusia

Manusia jelas adalah manusia yang penuh dosa dan ambisi ditambah kesombongan yang berujung pada iri hati tanpa arah. Manusia yang punya banyak keinginan ketika keinginannya itu tidak dapat terpenuhi malah akhirnya iri hati terhadap sesamanya karena dapat mecapai cita-cita bahkan lebih parah, iri hati terhadap dirinya sendiri dalam dunia impian yang diciptakan dalam pikirannya.

Maksudnya begini, saat manusia itu punya berderet keinginan dan satu keinginannya itu tercapai namun masih bertumpuk keinginan-keinginan yang menanti untuk direngkuh, ia pun fokus kepada keinginan-keinginan yang belum kesampaian itu dan mencari cara sedemikian rupa agar deretan keinginannya itu tercapai namun lupa menikmati kepuasan keinginan yang sudah dicapai. Manusia itu hidup di dalam keinginan yang belum terjadi dan tidak menikmati kenikmatan dari karyanya yang sudah digapai. Manusia itu iri hati terhadap dirinya yang seharusnya bisa mencapai keinginan yang lain dan bukan living the moment when he/she accomplished something. Manusia itu sesungguhnya tidak bersyukur. Manusia itu pun merasa terus dikejar-kejar target pencapaian tanpa tahu ujung dari pencapaian itu. Manusia itu lalu merasa bingung apa sebenarnya keinginannya tersebut?

Jadi apa yang harus ia lakukan agar tidak tersesat dalam keinginan-keinginannya yang belum tentu tercapai itu? Satu hal yang mudah namun sekaligus sulit adalah mengucap syukur. Mengucap syukur atas segala kondisi yang terjadi saat itu. Ini harus diulang-ulang terus agar tidak mudah khilaf karena ingin mendapatkan apa yang belum tentu didapatkan.

Selanjutnya adalah mengingat-ingat bahwa Sang Pencipta tidak menanyakan prestasi atau harta yang dibawa ketika nanti manusia itu bertemu dengan Penciptanya, tapi akan dimintai pertanggungjawaban mengenai sudah berapa banyak yang engkau bawa untuk mengenal Aku? Sudah berapa banyak sesamu yang mendapatkan manfaat dari tindakanmu? Sudah seberapa besar engkau menyerahkan hidupmu kepada-Ku? Hal-hal yang jauh dari pikiran manusia itu saat ini.

Keinginan dapat menyesatkan, apalagi di zaman sekarang serbuan keinginan dengan benchmark orang lain dan khayalan orang lain tak terbantahkan masuk dalam hati dan pikiran lemah manusia. Hanya dengan kembali ke benteng yang teguh yaitu Sang Pencipta dengan hati yang terus melimpah syukur sehingga merasakan puas terhadap apa yang dikerjakan itulah yang akhirnya dapat menolong manusia bisa menikmati momen saat ini, momen yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, momen yang tak akan terulang, momen yang seharusnya dipergunakan sebesar-besarnya dan sebenar-benarnya untuk kemaslahatan manusia lain, momen bukan untuk meninggikan dirinya sendiri melainkan momen untuk menceritakan kasih Tuhan kepada dunia ini sekaligus keadilan Tuhan juga bekerja hingga saat ini.

Mintalah kepada Sang Pencipta agar manusia itu dapat punya rasa syukur yang kekal terhadap apapun yang dihadapinya, meski situasi mengecewakannya, meski keinginannya tak tercapai, meski orang lain tidak mengerti dirinya, meski hari-harinya seolah-olah menjadi layu karena harapan yang belum juga terwujud, tapi yakinlah seperti keyakinan nabi Habakuk:

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Sehingga engkau berdamai dengan diri sendiri.

22 September 2017

DSCF6190

At Imagine Bali, thinking and rethinking