Japan Trip – Day 7 – 29, Oct, 2016

Sediiih deh karena hari ini bakal jadi hari terakhir kami di Jepang, hiks hiks. Meski rencananya mau ke Universal Studio of Japan, tapi apa daya karena badan udah renta dibawa jalan-jalan selama 6 hari dengan minim istirahat, akhirnya kami memutuskan ke Tempozan Ferris wheel. Kami ke sini dengan naik kereta (tapi lupa berapa harga karcisnya). Untuk masuk ke kincir juga harus bayar 800 yen. Kami memutuskan untuk naik tempat yang transparan meski harus nunggu agak lama karena satu wahana itu, tempat transparannya cuma ada 4. Tapi worth it karena bisa foto-foto sampe puas. Oh ya si kincir ini gak seperti wahana bianglala di dufan yang ada masa kenceng dan pelannya, karena 800 yen cuman untuk satu kali putaran yang pelan, jadi manfaatkan sebaik mungkin lah waktu di atas itu.

 briller osaka (1)
briller osaka (1)
briller osaka (2)
briller osaka (2)
what a sunny day!
what a sunny day!
pay attention to the orange part
pay attention to the orange part
view from the bottom
view from the bottom
foto karcis
foto karcis
pemandangan dari atas (1)
pemandangan dari atas (1)
pemandangan dari atas (2)
pemandangan dari atas (2)
hmmm ya ya ya
hmmm ya ya ya
jajanan yang rasanya kayak kue cubit
jajanan yang rasanya kayak kue cubit

Karena masih jam 1 sedangkan pesawat itu 4.40 dan kami udah web check in, maka dengan nekat kami pergi ke Osaka Castle yang jaraknya 4 stasiun dari Nambo, tempat terminal bus Damri-nya untuk nyampe ke bandara.

 Osaka Castle
Osaka Castle
Osaka Castle tampak depan
Osaka Castle tampak depan
banyak turis
banyak turis
mungkin keluarga raja
mungkin keluarga raja
dscf8874
the castle wall
bahkan ada yang kemah
bahkan ada yang kemah
besoknya (tanggal 30 Oktober 2016) ternyata mau ada Osaka Marathon, duh seru deh
besoknya (tanggal 30 Oktober 2016) ternyata mau ada Osaka Marathon, duh seru deh
pake baju Dashiki kembaran di Osaka Castle
pake baju Dashiki kembaran di Osaka Castle

Dan dari sinilah muncul drama yang akan gw inget seumur hidup! Yaitu ketinggalan pesawat. Ini emang karena kenekatan kami banget sih. Jadi pesawat 16.40 tapi pukul 15.10 kami baru naik bus Damrinya. Parah banget yah! Jadi nyampe Kansai International Airport ya baru 16.00. Pas ngantri mau masup dan nunjukin print web check in yang jelas-jelas ada nomor kursi alias udah jadi boarding pass eh DITOLAK! Dan pas nanya ke petugas bandaranya, si petugas juga refer ke petugas counter check in air asia, tapi ternyata di counter udah gak nemu lagi orang.

Petugas air asia-nya pun dipanggil tapi lama amat dan itu udah 16.30, kami udah pesimis ajah bisa naik itu pesawat dan bener ajah pas petugasnya dateng malah doi marah-marah dan bilang kalau print web check in itu bukan boarding pass meski udah ada nomor kursinya. Mamam!

angsung lemes karena gak dapat solusi dan solusi yang ada adalah harus beli tiket baru, sad! Udah bingung mau ngapain apalagi pas nanya ke informasi ternyata counter-counter maskapai pada tutup karena itu hari sabtu dan hotline cuma ada pas weekdays! Dan kami akhirnya nyoba-nyoba nyari penerbangan, tapi sedihnya itu penerbangan pada mahal-mahal amat, kalau gak mahal ya udah abis. Salah satu yang dicoba adalah Garuda Indonesia dan Malaysia Airlines baik direct flight ke Jakarta maupun mampir ke KL atau Singapura (sebenarnya nyari yang nyampe KL sebelum jam 8 pagi karena kan kami masih ada tiket KL-Jakarta pukul 08.25) tapi gaaaak ada dongg…

Sempat mau nekat untuk nanya humas Garuda dan minta korting tapi gak jadi berhubung tiket Garuda KIX-CGK ajah 13 juta! Ya keles bayar segitu untuk sekali penerbangan. McD pun akhirnya menjadi tempat berlabuh, sambil nyari-nyari flight, numpang wifi dan numpang nge-charge. Akhirnya dapetlah dari website skyscanner ada penerbangan yang paling terjangkau dan paling cepet (gak harus nyampe hari Senin) yaituu naik Vanilla Air dari Kansai ke Taipei dan lanjut pake China Airways ke Jakarta dengan harga total kayaknya sekitar Rp5,7 juta! Kyaaaaaa… yah tapi dari pada gak pulang yaah?

Tapi apa itu Vanilla Air? Orang-orang Indo yang ditanya hampir semua gak tau apa itu Vanilla Air, bahkan ada yang bilang Vanilla Air itu sejenis cocktail, ckckck. Dan Vanila Air itu ternyata low-cost airplane-nya All Nippon Airways. Persoalan masih muncul karena untuk bisa tiba di Taiwan harus ngurus visit visa dulu meski gratis karena kami punya visa Jepang, tapi kaan tetep repot karena harus ngisi-ngisi form dan print visa. Belom nyari tempat ngeprint di kansai dan mengoperasikan mesin printer yang semuanya dalam bahasa Jepang. Aseli ini perjalanan pulang terdrama yang gak akan terlupakan lah!

Balik lagi ke Vanilla Air, bagaimana rasanya di Vanilla? Yah berhubung ini low-cost, jadwal penerbangan dapetnya 03.15 dari Kansai, dan dari imigrasi awal sampai ke gate pesawat emang ternyata super panjang dan harus naik shutle train dulu, pantes gak akan kekejar kalo nyampe bandara pukul 16.00 dan penerbangan 16.40, zzzz. Si kursinya Vanilla aseli keras dan sempiiiitt! dan itu kan jam 3 pagi yang tentu ngantuk karena belom tidur tapiii susah amat buat tidur karena kalo buka meja untuk nunduk gak bisa dan cuman nyampe separoh badan doang karena si kursinya sempit dan kalo nyender ke jendela juga kepentok lagi-lagi karena alasan sama. Si pramugari juga tampangnya yah sekadarnya ajah dan tentu jangan harap dikasih makanan atau jualan apapun di pesawat, bisa nyampe Taipei ajah udah syukurlah!

KIX jam 2 pagi
KIX jam 2 pagi

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s