Tentang Wisuda

Jadi pada Sabtu, 30 April 2016 lalu gw mengikuti wisuda S2 di Universitas Paramadina. Dengan segala kerempongan –walau lebih repot wisuda S1– sampailah pada momen penyerahan ijazah dan transkrip nilai oleh rektor –yang juga anak UI, hadeh. Dua lembar tersebut yang sebenarnya menjadi tujuan awal gw ke wisuda.

Tapi ternyata selain lembaran kertas, Sang Khalik juga mengizinkan gw belajar sejumlah hal dari peristiwa tersebut. Pertama, ada tanggung jawab lain setelah diwisuda. Dalam berbagai kesempatan kalau ditanya mengenai S2, gw selalu bilang “sekolah gratisan” dengan nada merendah karena memang gw merasa bahwa sekolah ini di tingkat “lebih rendah” dibanding sekolahan temen-temen gw yang di luar negeri sonoh walau sebenarnya mereka juga “gratisan”. Tapi “gratisan” mereka bisa sekalian jalan-jalan, bukan kayak gw yang sekolah sambil kerja. Padahal, lebih fancy manah sekolah sambil kerja dan sekolah sambil jalan-jalan? Well, banyak orang bilang you’re cool to have a school and work life in the same time tapi gw selalu ngebantah dan bilang ini kuliah lucu-lucuan.

But hey look around you! So many people push theirself to achieve your position right now and you only say that you get this without struggling or taken for granted? Dude, wake up! Gw harus lebih banyak bersyukur dan akhirnya berkontribusi kepada lingkungn karena lembaran ijazah dan transkrip bukan akhir, malah sebaliknya awal dari tanggung jawab memperjuangkan sesuatu dengan modal pendidikan 2,5 tahun ini.

Kedua, adagium di atas langit masih ada langit benar adanya walau jarang gw perhatikan. Maksudnya, gw berpikir bahwa apa yang gw lakukan udah cukup tapi ternyata “cukup-nya” gw masih cuman setinggi pohon belimbing dengan apa yang dilakukan orang lain yang udah sampai ketinggian langit. Di wisuda itu disebutin sejumlah prestasi para mahasiswa (yang sebagian besar sih S1 karena anak-anak S2nya rata-rata lama banget kelar kuliahnya berhubung sambil kerja). Ada yang IP 3,7; 3,8 bahkan sampai 3;89 dengan segudang prestasi dan masa studi yang singkat. Walaupun IP bukan segalanya (dan yang fokus ke IP pas kuliah kayaknya cuman di Indonesia) but they put their own high standard, bukan cuman “cukup” seperti yang gw lakukan. Gw harus mengubah perspektif gw untuk gak hanya melakukan cukup tapi juga yang terbaik. Ini memang hal yang harus diperjuangkan sih mengingat setidaknya lebih dari 5 tahun gw dibentuk jadi anak santai di kantor apalagi di yudisium gw mendapat predikat “Ms Santai”, glek!

Ketiga, you have to generate new things. You are a scientist. You have to develop something with your creativity and logic. You can’t just repeat the same thing over and over. Teringat pembicaraan saya dengan Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan Totok Amin Soefijanto yang ternyata mantan wartawan majalah Tempo. Pak Totok mengatakan bahwa kita harus memilih pekerjaan kreatif, bukan pekerjaan tukang yang hanya memilih mengerjakan pekerjaan berulang. Itu kunci bisa bertahan di dunia yang makin tergantikan oleh mesin karena mesin tidak bisa melakukan pekerjaan kreatif. Pak Totok benar! Yang harus gw lakukan sekarang adalah terus menajamkan kreativitas gw dalam menulis dan melakukan apapun. Jangan pernah mau hanya mengulang sesuatu dalam hidup ini.

Keempat, gw cuma berdua sama seorang teman yang diwisuda dari Diplomasi. Mana gak ada pulak ketua prodi Diplomasi (jadi salaman pun diwakilin) dan dosen-dosen diplomasi lain pun hilang begitu saja. Meninggalkan kami yang seperti anak ilang. Plus, beda juga dengan wisuda S1 dimana gw punya banyak agen yang setidaknya bisa pura-pura kasih bunga, tapi ini boro-boro, langsung ajah makan siang, hahaha. Tapi lagi-lagi you are what you think, if you think you are unfortune, that what you’ll be, but if think that you are surrond by a lot cheerful and joyeux people slash moments, just make them worth it!

Kelima, this is my favorite. Family is everything. Ya ya ya, lagi-lagi gw gak bisa hidup tanpa keluarga. Keluargalah yang men-support semua hidup campuran gw yang sibuk inih ituh mulai dari kerja sampe malem, kuliah jadi lebih malem, pelayanan sabtu-minggu, kerjaan sampingan yang bisa datang kapan aja, hingga kawan-kawan yang datang dan pergi tapi keluarga tetap tinggal. Untuk persiapan wisuda ini mulai dari nyari bahan kebaya dan kain, ke tukang jait, milih model, makein kebaya, berangkat wisuda, nyiapin bekel makan di wisuda, foto bareng (yang ternyata harus bayar sendiri Rp550 ribu, dooh mahalnya) dan segala hal gw lakukan bersama mama, papa dan Ivan. I can’t do anything without all of you. Sebenarnya ada satu kejadian yang membuat gw yakin hakul yakin bahwa keluarga adalah yang terutama. Hari itu adalah puncak dari rasa sakit perut gw dan obat yang dibeli hari sebelumnya dah abis. Rasanya perut melilit banget sampe gak bisa melakukan apa-apa dan bahkan jadi mual dan muntah. Keluargalah yang melarikan gw ke DP (seperti biasa) dan menjaga serta merawat gw. Gw akhirnya disuntik dokter untuk meredakan sakit dan di rumah dibikinin bubur sama si mamah dan bisa tidur di kamar ber-AC. What a very supporting recovery sphere.

All in all, I’ve learned a lot as graduate student at Paramadina University. I gain reasoning method to support my framework of thinking as civilized people. I embrace the art of relationship among multiple people from different background and point of view. I absorb my own management skill regarding how to focus on work at certain time and on study at other time. I conquer my ego to keep my integrity, self-consious, and criticsm but also deliver my compassion, caring and sympathy while working something. I do believe hard working won’t forsake you but don’t forget to pour your tenderness here and there because you are human being and you are among others.

Happy graduation to myself and to all of you who graduate from any certain circumstances!

Ms Santai
Ms Santai
gw, bu Soraya sebagai "kaprodi angkat" dan mbak Yuli
gw, bu Soraya sebagai “kaprodi angkat” dan mbak Yuli
foto sama keluarga
foto sama keluarga
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s