Tentang Pekerjaan

Jadi apa itu pekerjaan? Apakah suatu kegiatan yang diulang-ulang setiap hari? Makan juga setiap hari. Apakah pekerjaan adalah suatu hal yang dikerjakan untuk mendapatkan uang dan rasa puas atas pencapaian? Ketika menanam pohon, kelak suatu hari juga akan mendapatkan hasil dan menuai kepuasan karena kemunculan buah. Apakah pekerjaan adalah hal yang disukai sekaligus bermanfaat kepada orang lain? Melukis dan membuat lagu juga bisa menyenangkan sekaligus membuat orang senang. Jadi apa itu pekerjaan?

Bisa salah satu kegiatan di atas, bisa juga gabungan dari beberapa kegiatan. Persoalan pertama belum tercantum: ke mana Sang Khalik memimpin? Guratan pemikiran ini sudah menggantung di otak gw sejak sekitar tiga minggu lalu. Ada hal yang membuat gw sangat tidak nyaman dengan pekerjaan gw sekarang, tapi bisa dibilang 80 persen disebabkan karena rutinitas yang sama yang gw lakukan selama 3 tahun 9 bulan di tempat yang sama dan kantor yang sama dengan cara begitu-begitu ajah tanpa ada perubahan kebijakan kerja yang membuat gw lebih inovatif apalagi kreatif; 10 persen disumbangkan karena gak ada tempat pelarian kalau bosen kerja (dulu bosen kerja lari ke kuliah, bosen kuliah lari ke kerjaan); 5 persen karena gw gak tau dampak pekerjaan apa ke masyarakat dan 5 persen lagi karena ada semacam “deadline” usia dan tanggung jawab ke orang rumah (yah masalah klasik, people getting older and anxiety getting stronger).

Dalam beberapa saat teduh, mungkin karena menjelang Jumat Agung dan Paskah maka rangkaian perikop adalah mengenai nasihat untuk berjaga-jaga walaupun hasilnya manusia (baca: murid-murid Yesus) selalu gagal, ya ketiduran di taman Getsemani lah, ya menyangkal Yesus sebelum ayam jantan berkokok lah, yah intinya ingin berbuat benar tapi hasilnya malah sebaliknya (inilah persoalan manusia, yang ingin dia lakukan gak terjadi, yang ada malah apa yang tidak diinginkan). Perikop lain juga bicara untuk tidak khawatir karena Tuhan pasti mencukupkan (Matius 6: 25-34), nasihat untuk tetap berjuang memberitakan Injil (Fillipi 1: 27-30) dan lainnya.

Gw juga ngobrol panjang, lebar dan mendalam dengan dua orang yang cukup berpengaruh dalam hidup gw, satu lebih tua dan satu orang lebih muda dan dua-duanya sudah mengambil keputusan penting dalam hidup pekerjaan mereka yaitu berpindah pekerjaan. Dhaaanggg!! Kebetulan atau kebeneran banget nih? Yah intinya yang pertama itu pindah kerja untuk pekerjaan yang lebih sustainable secara jangka panjang meski harus berkompromi dengan passion-nya. Tapi lebih dari itu, doi mendapatkan momen rekonsiliasi dengan dirinya sendiri karena satu peristiwa yang menyangkut hati. Segala macam kepahitan dan trauma masa lalu yang menyumbangkan pembentukkan hidupnya saat ini terkuat dan doi mendapatkan momen untuk jujur dan menyelesaikan rekonsiliasi dengan dirinya sendiri, beberapa minggu sebelum Paskah ini. Kawan gw yang kedua pun kelihatan has guts to take all risky plunge into a brand new arena, following her passion. Cerita doi emang lebih ceria padahal doi juga mengambil banyak risiko terhadap hidupnya dengan keputusan berganti pekerjaan yang saat ini sudah sangat nyaman. Tapi sejumlah hal yang menguatkan doi adalah semangat yang bergelora, rekan kerja yang sejalan, restu orang tua didukung intuisi yang klik. What a new journey!

Gw super senang dengan keputusan dua sahabat gw ini, keberanian untuk berdamai dengan diri dan keberanian untuk meninggalkan zona aman mereka. Nah pertanyaannya, bagaimana dengan gw? Apa gw perlu momen rekonsiliasi? Apa gw sedang berada di zona nyaman yang perlu ditinggalkan?

Kalau gw ingat-ingat, saat awal memilih pekerjaan ini (catat: memilih), satu-satunya pemikiran,  pekerjaan inilah yang membuat gw tetap punya waktu untuk berpikir waras sekaligus punya kehidupan pelayanan karena dunia dan segala isinya butuh kasih dan pengharapan (du ile, kayaknya gak ada kontribusinya sama sekali, hahaha). Gw masih ingat privilege yang didapat oleh rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar yaitu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:11-12). Gw yakin kalau rasul Paulus masih hidup, doi juga akan menambahkan pekerjaan wartawan di situ. Gw juga masih ingat cita-cita untuk menjadi supporting system bagi mereka para pejuang (prajurit, olahragawan, petani pada 2 Timotius 2:3-6) termasuk dengan cara menuliskannya (Habakuk 2:2-3: Write down the revelation and make it plain on tablets so that a herald may run with it. For the revelation awaits an appointed time; it speaks of the end and will not prove false. Though it linger, wait for it; it will certainly come and will not delay.)

Pertanyaannya sudah sampai di mana gw? Dan apa benar dunia tulis-menulis ini menjadi jawaban atas cita-cita gw itu? Ini sungguh membingungkan. Ada beberapa lowongan yang buka, mulai di institusi pemerintah, NGO asing, sampe dosen BHMN semua tampakk menggiurkan, tapi lagi-lagi, kalau bukan Tuhan yang pimpin jadi untuk apa?

Artikel ini pun tidak menghasilkan kesimpulan, padahal biasanya dengan menulis setidaknya gw menghasilkan niat untuk melakukan sesuatu. Tapi akhirnya yang bisa gw simpulkan adalah gw tidak bisa meraup semua mimpi itu pake dua tangan kecil ini. Gw ingin tetap menjaga keluarga gw sekaligus tidak ingin agar ada orang lain mengalami menderita –entah sakit, sedih, kesepian, terbuang, gak tentu arah, gak kenal Tuhan– tentu gak mungkin; gw ingin memaksimalkan potensi yang dititipkan Tuhan ke gw tapi pelit berbagi ya juga gak mungkin.

Kuncinya lagi-lagi kalau gak bersama Tuhan ya jangan melangkah, soalnya Tuhan sendiri sudah menyediakan pijakan berikutnya, jadi harus benar-benar jeli dan sabar agar jangan sampai malah nginjek comberan!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s