Sekali lagi tentang Rasa

Gw habis ngobrol-ngobrol dengan rekan senior yang gw hormatin. Kami ngobrolin mengenai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengenai baca-baca buku Budha, dengerin khotbah uztadz maupun obrolan singkat mengenai siapa Kristus. Kesimpulannya, mau sebanyak apapun buku yang dibaca mengenai agama tertentu, seintens apapun denger khotbah tentang kepercayaan tertentu, sesering apapun diceritain tentang suatu keyakinan, tapi bisa ajah lo tetep gak percaya mengenai agama itu. Ini hanya soal percaya dan gak percaya ajah.

Begitu juga dengan hubungan dua orang. Entah udah selama apapun lo bersama orang itu, bisa setahun, dua tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun atau bahkan lebih, bisa aja lo gak punya rasa apa-apa ke orang tersebut. Tapi bisa juga dengan orang yang hanya lo temuin seminggu, dua minggu, sebulan, 3 bulan atau mungkin paling lama 6 bulan lo malah sayang luar biasa. Dan mau dipisahin sejauh apapun juga lo tetap punya perasaan yang sama. Ini hanya soal sayang dan gak sayang ajah.

Apakah terasa gak fair? Kalau dilihat dari kacamata orang yang udah bersama-sama sejak lama ya gak fair, lo misalnya udah menginvestasikan waktu, energi, perasaan, uang, pikiran ke orang yang bahkan sama sekali gak merasa ada perbedaan lo ada atau enggak. But that’s how lovestruck happened, no matter how much you put your effort into him/her, you won’t have satisfying result, but actually any feeling is energy and energy itself transformed into other form, don’t worry for the burned out energy since it will find out its place from then and now.

Kalau di sinetron-sinetron, mungkin ini berasa kayak cewe kaya kezel bett karena gak bisa ngedapetin cintah tunangannya yang keburu disamber cewe kismin tapi maniez. Well dudes, God born as poor people and He loves them, hahaha.

Gw kemudian juga berbincang-bincang dengan rekan yang lain, kali ini bener fokus tentang love matters. Ada yang udah susah payah membangun hubungan bertahun-tahun alias sering disebut “we’ve been this far” tapi tetiba bubar jalan. Masalahnya gw yakin bukan tiba-tiba ajah tapi terakumulasi, tapi selanjutnya salah satu pasang bisa dengan cepat move on. Kemudian ada juga kawan yang dikejar-kejar orang yang merasa cintahnya terganggu dengan kawan gw ini. Ya amplop, ternyata kehidupan temen-temen gw super jauh lebih drama dari hidup gw yang gw pikir udah agak drama, hahaha. Tapi gw seneng dapat perspektif yang lain dan teman-teman yang hidupnya gak lempeng-lempeng ajah karena mengingatkan gw bahwa “I’ve been so far, for any other obstacles that even I never imagine before, I could handle it by the grace of God and by the support of my friends and family“.

Begitu pula kalo lo merasa udah ngerjain tesis dengan sedemikian rupa sampe berdarah-darah tapi yang dibilang bagus adalah tesis temen lo yang menurut lo yah well done ajah, yah namanya juga life! Orang yang mencari kejayaan malah gak akan mendapat hal itu tapi orang yang fokus pada kerendahan bakal ditinggikan. Well, is it life fair or in contrary? I can’t make any conclusion since it will be biased, but what I know and believe is God is The Almighty and has power for any kind that happened, is happening and will be happened. So trust Him. It’s only trust matter.

Dan gw pun punya satu project yang menurut gw lumayan besar dan gw juga gak sangka-sangka. Dan gw merasa lumayan exited untuk project inih, walaupun bukan project percintaan, but that’s what cool things about life, you never know what you’ll get from the next adventure!

Don’t forget to enjoy life fellaz!

Namanya juga life!
Namanya juga life!
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s