Satu Tahun

Satu tahunnya udah lewat
Orangnya pun lagi minggat
Jadi buat apa tulisan nostalgianya dibuat?
Ya gak papa, hanya ingin mengenang beberapa hal dan molekul yang masih lekat

Jadi cerita satu tahun lalu itu apa masih ingat?
Bisa saya jawab dengan tegas, tentu 100 persen ingat
Saat momen-momen yang sebenarnya tidak direncanakan dan seakan-akan datang tanpa permisi ternyata bikin kesambet
Lalu muncullah pembicaraan-pembicaraan super gak penting dan gak penting banget
Dan memang setelah dipikir-pikir, saya ragu ada obrolan yang berkualitas dan konstruktif, hampir semuanya hanya percakapan singkat ngalor-ngidul tanpa arah jelas

Dimulai dari rutinitas keseharian kemudian menjadi kebiasaan
Sayangnya mengasyikkan
Kemudian berlanjut menjadi penasaran
Saat berada di alam maya tangan tak tahan untuk mengetik nama yang terus ada di pikiran
Kemudian pun jadi kebiasaan
Dampaknya menggetarkann
Karena kadang hasilnya menyenangkan
Tampak kelihatan hasil pembicaraan kita mempengaruhi pikiran masing-masing
Tapi tidak jarang juga menghasilkan kegalauan
Apalagi bila datang masa-masa diam seribu bahasa, menghindar entah karena apa, ditanya tak menyahut, tak ditanya lebih menambah tanda tanya

Yah, apa mau dikata bukan hanya kita yang berbeda, dunia yang mengikat kita pun jelas tak sama
Siapa yang berani melawan dunia? Bahkan Tuhan pun disalibkan dunia
Apakah ada nyali untuk menentang dunia?
Sayang beribu sayang…
Aah sebenarnya tidak ada yang perlu disayangkan
Kata orang bijak pengalaman adalah guru terbaik
Jadi setahun ini bisa menjadi guru yang baik, karena ia berbentuk pengalaman
Pengalaman yang membawa kepada kesimpulan
Yaitu setelah berhenti, eh malah kembali; selanjutnya menetapkan hati sendiri, lalu muncul lagi; masih berupaya meneguhkan diri untuk tidak lagi-lagi tetapi ternyata semakin menjadi; hingga akhirnya momen selesai itu tiba
Pada suatu titik kesadaran tertinggi karena memang hakikat teratas manusia adalah sadar
Saya pun mengambil keputusan
Keputusan bahwa setahun ini sudah cukup belajar dan menghasilkan kesadaran
Terima kasih untuk pelajaran dan kenikmatan terbatas yang ditawarkan
Saatnya kembali kepada kenyataan
Kenyataan bahwa dalam dunia yang penuh batasan ini, tidak cukup rasa yang disodorkan, tapi perlu kesetiaan pada Sang Pemilik manusia, lagi-lagi hal ini hanya didapat dari kesadaran
Kesadaran akan prioritas: mana yang penting dan mana yang mendesak; mana rasa yang harus diperjuangkan dan mana rasa yang cukup disimpan

*ditulis diiringii lagu Dialog Dini Hari berjudul Di Balik Pintu. Teksnya sebagai berikut
Apakah yang kamu mau
Sembunyi di ruang berdebu
Mengurung diri membisu
Menutup pintu

Berdiri di depan rumahmu
Buka pintu demi waktu
Yang tersisa hari ini

Ceritakan arti gerakmu
Katakanlah, katakanlah padaku

Meskipun hanya dengan kata
Kau menyentuhku
Seakan tiap kata wujud bibirmu
Kecup keningku
Ucapkanlah sesuatu walau kau
Di balik pintu

Waktu terus berputar
Senja berganti malam
Aku tetaplah aku
Yang menunggumu

Disponsori oleh Novel baru Sapardi Djoko Damono berjudul Hujan Bulan Juni yang memuat kalimat “Takdir tidak bisa diubah, katanya selalu kepada dirinnya sendiri. Nasib tergantung kepada usaha manusia”

Diingatkan oleh sajak Sapardi dari buku kumpulan puisinya yang berjudul sama. Tapi saya memilih puisi berjudul Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari yang memang sudah lama saya lipat halamannya sebagai tanda puisi kesukaan. Bunyi puisinya demikian:

waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang berjalan di depan

Timehop satu tahun yang lalu
Timehop satu tahun yang lalu
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s