Tentang Disiplin

Tadinya mau nulis “tentang bahagia” tapi pertanyaannya apakah saya “sudah bahagia”? Karena menurut saya bahagia adalah kalau saya sudah mencapai tujuan hidup saya dan tentu saya belum mencapai titik tersebut. Jadi saya memilih “tentang disiplin” sebagai metode dalam upaya mencapai “bahagia”.

Setelah dua pekan kondisi kehidupan terluntang-lantung, akhirnya dua hari yang lalu bisa tersenyum karena beberapa hal yang patut disyukuri. Hal pertama adalah seorang teman yang selama ini saya dampingi berhasil mengambil langkah penyelesaian suatu masalah. Masalah ini yang sekitar enam bulan terakhir saya pantau dan beri “pendampingan” hari demi hari (kesannya profesional padahal sih pake insting ajah) dan tentu saya doakan. Sekali lagi hasilnya tidak mengecewakan: Tuhan menjawab doa. Entah dia mengaku ini kuasa Tuhan atau tidak, tapi saya sih mensyukuri putusan tersebut adalah pekerjaan Tuhan. Saya tinggal memonitor kondisi pasca keputusan tersebut beberapa waktu ke depan supaya teman ini konsisten terhadap putusannya.

Hal lain yang bisa disyukuri adalah sedikit prestasi dalam pekerjaan, yaitu menjadi salah satu pemateri dalam diskusi mengenai gratifikasi yang diadakan Transparency International Indonesia dan dipasangkan dengan salah seorang direktur KPK. Woof…woof… Padahal materinya adalah investigasi saya di bea cukai yang menurut saya masih di bawah standar dan ingin saya kubur dalam-dalam karena dikerjakan sporadis ditambah mendatangkan ancaman penghilangan nyawa terhadap saya. Semoga setelah diskusi saya bisa hidup tenang dan hasilnya bermanfaat bagi orang lain, huhuh.

Tulisan investigasi saya dapat dilihat di tautan berikut:

Uang yang tak tertangkap radar di Tanjung Priok

Di balik perjalanan barang di Tanjung Priok

Siasat perbaikan sistem di Tanjung Priok

Kemudian masih dari pekerjaan, saya ternyata masuk sebagai salah satu nominator penghargaan penulisan terkait tugas liputan saya sehari-hari. Padahal tulisan tersebut bahkan hanya muncul di majalah WPU blaem-blaem yang saya tampaknya dulu saya ogah-ogahan untuk menulis, eh malah tulisan itu yang dipilih. Sekali lagi, Tuhan memberikan lebih dari yang diminta oleh umat-Nya. Saya tidak pernah minta dua hal terakhir tapi diberikan dalam waktu yang bersamaan. Terpujilah Tuhan.

Hal terakhir yang harus disyukuri, I feel glad for a very cozy situation at the edge of weekend. You don’t have to act awkwardly for the rest of time but could breathe freely. At least I prefer to do that 🙂

Jadi tinggal satu tantangan yang harus dijawab: penyelesaian tesis. Ini barang harus udah kelar Juni yaitu 3 bulan lagi, mak! Saya harus bisa fokus dan gak bisa galau-galau tingkat tinggi lagi berhubung tesis ini sangat terkait dengan reputasi saya dan pembuktianbagaimana saya bisa menang melawan diri saya sendiri (sekali lagi). Kiranya Tuhan menyertai dan menjadikan tesis ini juga berguna untuk orang lain.

Akhirnya, bagaimana menghubungkan judul tulisan dengan kalimat-kalimat saya ini? Setelah masa tak menentu lalu didatangi periode penuh rasa syukur, saatnya memasuki Waktu Disiplin Tingkat Dewa (WDTD). Gak ada lagi nonton-nonton yang buang-buang waktu di KPK, gak ada lagi masa galau-galauan karena hal-hal yang gak penting, gak ada lagi obrolan-obrolan yang buang energi. Saat ini adalah waktunya fokus pada upaya peningkatan nilai tambah dalam diri lewat ilmu dan karakter. Karena sekali lagi, mengutip seorang kawan, “Kerja keras tidak pernah bohong”. Saya bertekad untuk kerja keras yang disiplin demi menikmati hasil di kemudian hari.

Dan tentang urusan lain, saat ini prinsipnya adalah “In another life I will find you and make you stay” (kalimat ini pun kutipan dari pernyataan dua orang yang tak mampu bersama).

Be bold but don’t lose your heart! Godspeed.

*ditemani lagu “Lapang Dada” dari Sheila on 7

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s