Tentang Sedih

Semua orang saya pikir pernah sedih.
Entah sedih karena mendapat nilai jelek di sekolah, sedih karena tidak mendapat barang yang diinginkan, sedih karena dimarahi orang tua, sedih karena sakit atau sebab sedih lainnya.

Satu hal yang pasti adalah merasa sedih itu gak enak.

Karena merasa sedih itu ya sedih.

Tapi hal yang membuat saya paling bisa sedih mungkin adalah diacuhkan (atau bisa juga tidak dipercaya) oleh orang yang selama ini saya sangat saya perhatikan dan sangat saya percaya. Kali ini cara mengacuhkannya tidak secara frontal, tapi perlahan menjauh. Ini yang membuat saya mengaduh-aduh, semacam diiris pelan-pelan lalu luka yang mau kering dikasih perasan jeruk nipis lagi sehingga kembali melepuh.

Yah semacam keadaannya Tsukuru Tazaki tokoh buatan Haruki Murakami yang ditinggal keempat teman dekatnya tanpa alasan jelas sehingga menyebabkan si Tsukuru nolak makan makan dan gak punya harapan hidup lagi saat remaja. Tapi entah bagaimana akhirnya ia bertahan namun penolakan (yah bisa juga diacuhkan disebut menolak karena orang itu ditolak masuk dalam kehidupan seseorang) dengan perubahan fisik dan pola pikir.

Masalahnya, si Tsukuru ini tinggal berjauhan dengan temannya jadi ketika langsung diputuskan dari hubungan berkawanan bersama teman-temannya, dia tidak perlu melihat muka teman-temannya itu atau kontak lewat media sosial sehingga akan lebih mudah membangun paradigma hidup baru meski menyisakan rasa penasaran.

Nah bagaimana kalau penghindaran tersebut dilakukan perlahan demi tidak melakukan pertemuan-pertemuan yang tidak diinginkan?

Mungkin yang ada malah tambah sedih karena hanya ada sedikit jarak yang dipelihara, ada kata-kata yang sengaja ditahan, ada ekspresi yang secara sadar disembunyikan, ada tindakan yang terukur untuk dibelokkan, ada rasa yang berjuang untuk dibuang.

Mungkin sedih, seperti rasa yang lain juga, tidak bisa diukur tapi memang hanya bisa dirasakan.

Mungkin sedih seperti ini, pun sampai meneteskan air mata saja tidak bisa.

Mungkin kali ini pun lebih sedih karena bukan pengalaman yang pertama, tapi tentu saya harus dapat mengambil garis batas dalam meratapi sesuatu karena sudah banyak waktu dan energi yang terbuang untuk kesedihan yang hanya berasal dari pihak saya sendiri.

In order to move on, you must understand why you felt what you did and why you no longer need to feel it (Mitch Albom, Five People You Meet in Heaven)

Lagian katanya mas Noel Gallagher

Cos all of the stars
Are fading away
Just try not to worry
You’ll see them someday
Just take what you need
And be on your way
And stop crying your heart out
Stop crying your heart out
Stop crying your heart out

(Oasis, Stop Crying Your Heart Out)

We can invest enormous time and energy in serious efforts to know another person, but in the end, how close are we able to come to that person’s essence? We convince ourselves that we know the other person well, but do we really know anything important about anyone? (Haruki Murakami, The Wind-up Bird Chronicle)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s