Ulang tahun: untuk Membangunkan Manusia

11/12/2014

Jadi hari ini adalah hari yang diantisipasi sekaligus dinanti. Penyebabnya hari ini menjadi titik untuk memanjatkan rasa syukur karena berkat yang melimpah selama satu tahun namun juga antisipasi karena banyak tenggat waktu yang menunggu.

Namun Puji Tuhan rasa syukur mengalahkan kebingungan dan ketidaktahuan. Meski manusia tidak tahu kecepatan rotasi bumi di porosnya, toh manusia tetap tersenyum saat menikmati cahaya matahari dan hembusan angin yang muncul karena rotasi itu. Kira-kira demikian saya mencermati kondisi saat ini.

Sejumlah perubahan jelas harus dilakukan, karena kembali lagi mengambil contoh rotasi bumi, bumi saja bergerak, masak manusia yang berkuasa atasnya hanya jalan di tempat? Namun perubahan apa saja yang harus dilakukan?

Perubahan tentu dimulai dari tujuan, bila tahu ke mana akan mengarah kemudian paham posisi saat ini maka manusia dapat mengambil sudut pandang untuk mencari jalan paling pas menuju tujuan tersebut.

Tujuan, tujuan, tujuan

Tujuan kali ini adalah tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan (Yes 11:5). Jenis apa kebenaran dan kesetiaan itu? Jenis kata sifat. Dapat dari mana kedua kata sifat itu? Dari kebiasaan-kebiasaan yang baik. Siapa yang dibangun kebiasaannya? Manusia.

Beberapa hari terakhir memang diingatkan mengenai pembangunan sumber daya manusia. Unsur utama yang hadir dalam setiap kondisi setelah Tuhan. Bahkan Tuhan menciptakan manusia sebagai ciptaan terakhir, yang paling sempurna. Dalam proses produksi, manusia pun menjadi unsur pengendali sumber daya alam dan modal. Sebaliknya penyumbang kehancuran apa yang disebut baik oleh Tuhan juga adalah sang manusia pemilik akal. Akhirnya pembangunan sumber daya manusia yang takut akan Tuhan sehingga dapat tidak menyimpang dan kebenaran dan kesetiaan menjadi penting.

Masalahnya, saat ini pembangunan sumber daya manusia cenderung instan, mengeneralisasi, tidak menautkan satu manusia dengan manusia lain, apalagi menghubungkan manusia dengan Tuhan yang sesungguhnya. Manusia menjadi mengikuti apa yang dilakukan dunia hasil instan yang terjadi dari manusia itu sendiri. Tidak siap dengan kesulitan sehingga mudah mengeluh. Tidak fokus melakukan sesuatu karena bertindak dengna tujuan jangka sangat pendek dan dasar yang lemah. Lemah terhadap komitmen jangka panjang, hingga berharap hasil yang cepat dan mudah. Saya juga masuk ke dalam kategori manusia tersebut: manusia yang membuang-buang waktu dan kesempatan tanpa tahu sudah melewatkan hal berharga.

Karena itu saat ini saya harus fokus pada pembangunan sumber daya manusia, baik diri sendiri maupun orang lain:
to develop human resources
to build the reasoning habit
to criticize yet grateful for anything
to prepare for everything
to commit for what you said
and never lose your faith, hope and love

Syukurlah untuk mengerjakan itu saya tidak sendirian.
Tuhan bersama saya
Ditambah keluarga dan teman-teman, dan semoga selanjutnya pasangan hidup saya. Demi kemuliaan Tuhan dari kekekalan hingga kekekalan. Amin.

editan Ambar dan Dinda
editan Ambar dan Dinda
Foto bersama warga C1 yang semakin sedikit
Foto bersama warga C1 yang semakin sedikit
kompilasi foto di medsos
kompilasi foto di medsos
foto kelas bersama bu Nana
foto kelas bersama bu Nana
foto dari tetangga tersayang
foto dari tetangga tersayang
foto dari Bonat
foto dari Bonat
foto dari Gaga
foto dari Gaga
foto dari Sinta
foto dari Sinta
foto dari Dea
foto dari Dea
ucapan dari bang Johan
ucapan dari bang Johan
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s