Hari terakhir: Menarik makna, mengambil langkah

23 Agustus 2014

Belajar mengenai hak asasi, kali ini bukan dari perspektif UN Declaration of Human Rights, tapi dari perspektif Kitab Suci. Hak itu berasal dari kondisi manusia yang diciptakan menurut gambar Allah sehingga apa yang sudah dianugerahkan Allah maka itulah yang menjadi hak manusia.

Manusia memiliki hak asasi karena Tuhan peduli kepada manusia, melindungi kita, menuntut keadilan bagi kita. Konsekuensinya, meski manusia bertindak jahat, tidak menghilangkan hak tersebut dari dirinya. Contoh kecilnya adalah meski manusia berbohong toh manusia tidak dicabut hak untuk berbicara dan mengemukakan pendapat. Namun hak memang terkait dengan sesuatu, dalam hal ini adalah tanggung jawab. Hak tidak harus dilipatgandakan tanpa batas berdasarkan kehendak manusia namun harus mencerminakn tanggungjawab dari manusia itu sendiri.

Kami kemudian belajar mengenai budaya dalam pemerintahan ini bersama dengan Romo Mudji Sutrisno. Jalan budaya atau jalan tradisi adalah jalan yang dapat menembus baik generasi tutur (terbiasa dengan dongeng, nyanyian, puisi), generasi tulis (para pembaca buku), maupun generasi digital. Tapi bagaimana caranya? Dengan kembali kepada IBU, rahim yang melahirkan setiap kebudayaan.

Praktek bagaimana membudayakan budaya dalam masyarakat pluralis *check out Mr Mudji's shirt
Praktek bagaimana membudayakan budaya dalam masyarakat pluralis *check out Mr Mudji’s shirt

Masalahnya, pendidikan, politik, ekonomi sudah kadung dikotak-kotakkan karena jarak komunikasi. Kekuasaan harus kembali dihayati dengan pluralitas dan jangan sampai kembali ke primodialisme, bahasanya:

Apa yang tidak keluar dalam prosa, direnungi melalui puisi dan tampak lebih jelas dalam sketsa. Mencoba membatinkan sikap dan menghayati simbol-simbol

Tampak ngejelimet? Bisa jadi, bisa juga tidak karena sudut kebudayaan menurut Romo Mudji adalah melihat laku hidup dari nilai-nilai yang berharga dalam hidup ini. Artinya bukan cuma butuh evaluasi, tapi refleksi bahkan lebih lagi, meditasi.

Sesi selanjutnya adalah mengenai perhanan dan kemanan negara namun menjadi tercampur dengan pengalaman melayani bangsa karena sama-sama diisi oleh Mayor Jenderal (Purn) Radja Kami Sembiring Meliala. Berhubung beliau banyakk tembak-tembakan dalam arti sebenarnya, kondisi pendengarannya pun sedikit terganggu. Kami harus bicara sedikit keras dengan beliau. Belajar untuk bicara keras dalam arti sebenarnya.

Pak RK Sembiring yang juga pernah duduk sebagai angota parlemen dari fraksi TNI/Polri itu menilai bahwa tentara itu demokratis, komandan dipilih oleh anak buah, namun setelah terpilih tidak ada lagi mbalelo, artinya harus taat perintah. Fungsi pemimpin adalah menguasai situasi, mendorong anak buah, memimpin supaya anak buah bisa perang artinya fokus pada tujuan.

Sehingga Pak RK berpesan agar hidup ringan saja, jangan menumpuk beban. Hal-hal yang sudah selesai serahkan ke Tuhan dan jangan dibawa-bawa lagi. Manusia pun berdirilah di satu tempat saja, jangan bermain di dua kaki agar dapat total mengabdi kepada Tuhan ketika suara Tuhan telah hadir di nurani. Pesan terakhirnya adalah

bloom where you are planted otherwise it would be better you check out then check in.

Kami pun sepakat membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) yaitu dengan membuat diskusi warga (di tempat masing-masing), kemudian ada wadah dalam grup fesbuk maupun milis dan rencana lain yang lebih spesifik tapi saya lupa (huhuh, maaf gak nyatet, panitia tolong bantu). Karena saya dan Tiwi anak Jakarta yang ikut dan diasumsikan jaringan internetnya kenceng, maka kami kebagian menjadi admin, nasib….

Dan sesungguhnya cerita dalam blog ini juga adalah tanggung jawab saya setelah mengikuti kursus JLSOPL.

Dalam ibadah penutup yang dipimpin pendeta Christiyono, satu hal yang akan selalu saya ingat adalah lilin “Iman”, “Damai” atau “Cinta” mungkin dapat padam, tapi lilin “Harapan” akan selalu dapat menyalakan lilin lain untuk menuntun manusia yang ketakukan kembali ke jalan Tuhan.

Salam perjuangan 🙂

Ini foto paling OK punya laaah!!
Ini foto paling OK punya laaah!!
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s