Hari ke-5: Berani nyatakan dan kerjakan Kebenaran!

21 Agustus 2014

Hari ini saya belajar banyak sekali, dan merasa sunguh senang 🙂

Dimulai dengan pembahasan firman dari Paul mengenai keadilan, salah satu kata sifat yang rasanya dipahami –seperti juga cinta, kebijaksanaan– tapi sulit untuk mendefinisikannya dalam kata.

Namun Paul menyampaikan keadilan setidaknya terkait dengan tiga hal yaitu kesetaraan, diberlakukan untuk semua orang dan seimbang antara tindakan dan ganjaran. Dalam hal ini, semua orang harus bersikap adil karena semua manusia adalah imitasi Tuhan yang merupakan Sang Pengadil. Keadilan ini juga mutlak ikut diberlakukan terhadap orang-orang miskin yaitu mereka yang tidak memiliki sumber daya sosial, ekonomi dan politik untuk memenuhi tanggung jawab kehidupan mereka.

Tapi apakah hidup adil itu? Hidup adil adalah saat dapat memenuhi tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada manusia (bukan berteriak ‘tidak adil’ karena tidak mampu memenuhi hasrat keinginan pribadi). Kondisi menuju hidup adil ini memerlukan waktu panjang, jadi dibutuhkan “long-suffering” atau kesabaran untuk tetap mencapai keadilan. Namun pada akhirnya akan terlihat manakah gandum yang menghasilkan bulir dan mana ilalang yang dibuang ke api. Keadilan Tuhan akan nyata pada akhirnya!

Sesi selanjutnya adalah pelajaran dari seorang Yasona Laoly seorang akademisi yang kemudian juga jadi politisi. Saya belajar mengenai berbagai paham pemisahan kekuasaan dalam bernegara, ya memang tidak mungkin ada satu kekuasaan yang menguasai seluruh sistem karena akan cenderung korup. Sayangnya saat diterapkan ke Indonesia yang mentalitasnya belum ideal, akhirnya menghasilkan implementasi sistem yang korup. Someone has to change it, or maybe everyone!

Bapak ini semangat banget pas ngajar
Bapak ini semangat banget pas ngajar

Belajar gender bersama dengan 19 orang bapak yang sebagian besar berasal dari Indonesia Timur membukakan mata saya bahwa mereka memang secara darah mereka memiliki kecenderungan patriarkal dan didukung oleh lingkungan. Untung pengajarnya, mbak Masruchah selaku Wakil Ketua Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap (Komnas) Perempuan sabar memberi penjelasan. Para bapak ini bersuara lebih besar (secara literal) dan mulai melucu mengenai kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam hukum dan pemerintahan. Perlu usaha keras dan doa yang banyak untuk menunjukkan manfaat kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam alam pikir maupun dunia nyata.

Dan sekali lagi…field trip! Kali ini kami berkunjung ke DPR yang meski bukan dalam masa reses tapi sepi, sehingga cukup menyenangkan karena bisa memperoleh ruang untuk foto-foto.

Kami mengunjungi bung Fary Francis yang sebelumnya pernah saya hubungi untuk hadir di Kamp Nasional Mahasiswa Perkantas 2013. Bung Fary adalah anggota DPR perwakilan Nusa Tenggara Timur dari fraksi Partai Gerindra. Bung Fary kembali terpilih untuk 2014-2019 ini setidaknya membukakan mata saya bahwa masih ada harapan untuk badan legislasi Indonesia itu. Bagaimana bisa? Karena ia memberikan contoh super yaitu menyediakan waktu untuk bersekutu berdoa dan membaca firman setiap Rabu pukul 09.00 WIB di kantornya bersama orang yang datang saja ke hadapannya dan menawarkan untuk menjadi kawan dalam Kristus.

Saya sesungguhnya masih skeptis sih dengan omongannya, namun kesaksian di pengadilan kan sah bila diungkapkan oleh lebih dari 1 orang saksi, tapi bung Fary bersaksi bukan hanya di “pengadilan” di hadapan peserta JLSOPL, tapi dia juga berani menyampaikannya di momen East Asia Regional Conference (EARC), artinya ya Tuhan bekerja di dalam dia (dan semoga terus). Ia mengaku meski tidak mudah untuk menjadi saksi di mata 70 persen anggota dewan yang buruk, tapi dia berupaya untuk terus mencari teman supaya bisa saling berbagi. Artinya, perjuangan untuk tetap menjadi bagian kebenaran terus berlanjut.

Fary Francis, bang Daniel Adipranata dan Pak Pdt Ricardo yang tiba-tiba maju ke depan
Fary Francis, bang Daniel Adipranata dan Pak Pdt Ricardo yang tiba-tiba maju ke depan

Dan akhirnya…Ahok session! Never ever speechless after meet him.
for everything of his words, is a potential headline or quotable premises. Where the words come from? The Bible is the source indeed.

Dia selalu menceritakan untuk membaca firman setiap hari supaya punya dasar pemahaman yang benar, berani ngomong sama Yesus, masuk ke dunia politik sebagai show case-nya Tuhan, berani menanggung konsekuensi masuk ke dunia politik dan berani untuk melawannya, selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani

Dan yang paling menyenangkan adalah dia menjawab pertanyaan saya mengenai arah pembangunan Jakarta yang syukurnya menuju pembangunan Sumber Daya Manusia yang tangguh. Bahasa gampangnya bagaimana orang Jakarta itu kepalanya penuh, perutnya penuh, dompetnya penuh.

Ahok berani mengklaim perhitungan bahwa lebih dari 50 persen orang Jakarta miskin, dan itu artinya ia dicap politisi gagal, tapi memang perhitungan itu jujur! Tujuannya hanya agar ada kesejahteraan masyarakat, bagaimana menyejahterakan kalau ternyata tidak jujur menyampaikan indikator kesejahteraan itu?

Ahok dan Pak Matius semacam kakak-adek
Ahok dan Pak Matius semacam kakak-adek

Dia mengutip Salomo yang meminta untuk diberikan visi mendapatkan kemampuan untuk mengadministrasi keadilan sosial, Ahok pun berupaya menghadirkan keadilan sosial dengan cara menertibkan dan menegakkan hukum karena memang pemerintah diberi senjata untuk menegakkan keadilan. Mendengar arah pembangunannya mengenai kota, saya dengan senang hati menjadi warga Jakarta! Masalahnya, tentu tidak semua orang mendukung dia, jadi bila ada orang yang menentang kebijakannya, dengan tidak ragu Ahok mengatakan akan melawan! Hahaha, ini demi mewujudkan DKI sebagai kota megapolitan yang manusiawi sehingga mengangkat harkat dan derajat orang, namun kuncinya tetap berdoa karena sejarah manusia adalah sejarah Tuhan, HIStroy.

Bagaimana menjaga integritas di tengah dunia yang menuh kompromi? Ia mengaku tidak mau mengambil amplop saat masih menjadi anggota Dewan, bagaimana kalau diancam? Dengan lugas Ahok menjawab

“Gua rekam, kekuasaan jabatan itu tangan Tuhan, jabatan aja takut apalagi gua ancam untuk ngebunuh, gua cuekin, mana ada orang jujur ngambil? Kalau takut kehilangan jabatan sesungguhnya Anda tidak ngerti panggilan Anda! Banyak orang cuma ngomong berani lawan, orang bener banyak tapi yang berani dikit!” -Ahok dengan berapi-api

Tentu hari ini masih ada satu sesi lagi yaitu dari Pak Irzan Tanjung. Pak Irzan ini salah satu pendiri Partai Demokrat loh, walaupun beliau lama di pemerintahan, khususnya Kementerian Keuangan sekaligus profesor emiritus FE UI. Salah satu yang hal yang patut dicontoh dari beliau adalah untuk berani bermimpi dan mengambil langkah pertama. Jangan tidak bertindak, jangan tidak melakukan apa-apa, bahkan saat usia tua.

Kesimpulan hari ini: berani dalam menyatakan dan mengerjakan kebenaran, karena itu panggilan Tuhan. Selamat malam!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s