Mimpi

Pada suatu bagian kehidupan ada yang disebut mimpi. Harumi Murakami dalam novelnya “Sputnik Sweetheart” menggambarkannya seperti ini: In dreams you don’t need to make any distinctions between things. Not at all. Boundaries don’t exist. So in dreams there are hardly ever collisions. Even if there are, they don’t hurt. Reality is different. Reality bites. Namun hingga saat ini saya tidak percaya mimpi, atau lebih tepatnya tidak mau percaya. Mungkin yang ada adalah harapan yang untuk menjalani tanggung jawab di depan mata. Dulu mimpi saya adalah pergi bertualang, tapi hal itu tak cocok untuk datang dan saya juga ingin bahagia tapi bahagia itu adalah saat mencapai tujuan akhir sementara perjalanan saya belumlah berakhir. Jadi apa yang tersisa dari mimpi? Hanya penyerahan diri bukan kepada kaki yang melangkah tetapi kepada Yang Kuasa untuk tidak patah meski tahu dapat terjatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s