SEMANGAT DEMOKRASI MARTIN LUTHER KING JR

Martin Luther King Jr. adalah seorang tokoh perjuangan persamaan hak asasi warga kulit hitam Amerika Serikat pada dekade 1960-an. Pendeta kelahiran 15 Januari 1929 itu mulai terlibat dalam isu sosial saat menjadi salah satu pemimpin pemboikotan bis di Montgomery selama 381 pada 1957. Pemboikotan itu terjadi karena seorang perempuan Afro-Amerika Rosa Parks menolak memberikan kursinya di bis kepada seorang pria kulit putih.

Selanjutnya Luther  diangkat menjadi pemimpin “Southern Christian Leadership Conference”, satu gerakan perjuangan HAM dari kawasan Selatan AS. Ia menetapkan prinsip “tanpa kekerasan” sebagai dasar pergerakannya.

Prinsip tanpa kekerasan itu penting sebagai landasan perjuangan komunitas kulit hitam yang kerap berkonfrontasi dengan komunitas ekstrimis kulit putih yang sering menggunakan kekerasan.

Martin Luther King Jr. (sumber: fotopedia)

Luther dikenal sebagai orator yang ulung, misalnya saat menyampaikan pidato yang tetap diingat hingga saat ini yang berjudul “I Have a Dream” di hadapan lebih dari 250.000 orang, seperlimanya warga kulit putih. Pidato itu diucapkan di lapangan “Lincoln Memorial” di Washington pada 28 Agustus 1963 dalam demonstrasi yang menuntut hak atas “pekerjaan dan kebebasan”.

Pidato itu berisi impian Luther bahwa seluruh lapisan masyarakat dari berbagai ras, warna kulit dan latar belakang di AS dapat sama-sama menikmati kebebasan dan demokrasi.

I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: “We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.”

Untuk perjuangannya tersebut, ia diberikan hadiah Nobel Perdamaian pada 1964.

Akhirnya, Presiden AS Lyndon B. Johnson mengesahkan Undang-undang Hak Asasi Manusia pada 1964 dan UU Hak Suara pada 1965. UU HAM tersebut meniadakan sebagian besar segregasi ras antarwarga sedangkan UU Hak Suara meniadakan diskriminasi dalam pemberian hak suara, membuat jutaan warga kulit hitam AS sebelah selatan dapat memberikan suara untuk pertama kalinya.

Namun Luther masih melihat bahwa UU HAM tanpa HAM termasuk hak ekonomi hanya omong kosong belaka. Ia melihat bahwa mayoritas warga AS, baik kulit putih maupun hitam, masih hidup di bawah garis kemiskinan dan menciptakan kelas yang kaya dan miskin dan mendesak adanya perubahan radikal terhadap struktur masyarakat dalam distribusi kemakmuran dan kekuasaan.

Perjuangan tersebut dilakukannya dengan menulis buku, memimpin berbagai demo dan menyampaikan pidato serta khotbah dari kota ke kota hingga ia tewas tertembak pada 4 April 1968. Tapi semangat dan hasil perjuangannya terhadap demokrasi masih dirasakan oleh masyarakat AS dan bahkan dunia.

Sumber:

MARTIN LUTHER KING JR

MARTIN LUTHER KING JR

Dr. Martin Luther King, Jr. 1929-1968

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s